Saudi Umumkan Normalisasi dengan Israel

Situs Kantor Berita Sama News (13/09/2018) mempublikasikan berita bahwa “Surat kabar elektronik Alkhaleej Online mengungkapkan pada Kamis (13/09/2018) dengan mengutip dari sumber-sumber diplomatik yang tak disebutkan namanya, bahwa Arab Saudi telah membeli Sistem Pertahanan Iron Dome (kubah besi) dari entitas Yahudi, melalui sebuah mediasi kuat yang dibuat oleh Amerika.

Surat kabar itu mengatakan berdasarkan sumbernya bahwa “perkembangan ini adalah hasil dari konsensus-konsensus politik antara Riyadh dan Tel Aviv. Rasa saling percaya ini berkembang lebih jauh ke jalur militer. Kedua belah pihak sepakat untuk bertukar pengalaman serta membeli sistem senjata berat dan canggih.”

Surat kabar menjelaskan bahwa Arab Saudi telah berupaya selama periode baru-baru ini untuk membeli Sistem Iron Dome Anti Rudal. Mereka meyakinkan entitas Yahudi agar menjualnya melalui sebuah mediasi kuat yang dibuat oleh Amerika, selama pertemuan kerahasiaan tripartit yang berlangsung di Washington.

Sumber menambahkan, “Israel pada awal pembicaraan sangat menolak untuk menjual Sistem Iron Dome kepada negara Arab mana pun. Dalihnya, itu merupakan ancaman nyata terhadap keamanan dan kepentingannya di kawasan itu. Namun, setelah intervensi Amerika, negara pendudukan ini setuju penjualan sistem canggih kepada Arab Saudi.

Menurut situs alraiah.net, Rabu (26/09/2018), rezim Arab Saudi dan rezim-rezim di negeri-negeri Muslim lainnya merasa malu untuk menunjukkan kepada publik hubungan mereka dengan entitas Yahudi. Mereka takut akan kemarahan umat Islam yang begitu membenci entitas Yahudi dan semua orang yang bekerjasama dengannya, bahkan mereka merindukan untuk segera menerkam dan membersihkan hingga akarnya.

“Namun, apa yang terjadi hari ini mengungkapkan bahwa rezim Arab Saudi masih mengekor pada tuannya, Trump, dalam keangkuhan dan ketidakpeduliannya terhadap reaksi umat Islam,” tulis situs tersebut.

Padahal Presiden Amerika Donald Trump telah mengumumkan Jerusalem sebagai ibukota entitas Yahudi, dan memindah kedutaan negaranya ke sana, kemudian menggunakan hak vetonya tanpa memperdulikan umat Islam dan kemarahannya.

Begitu pula dengan Raja Salman dan putranya serta rezim kriminal sekulernya yang mendeklarasikan bahwa mereka telah menjadikan entitas Yahudi sebagai sekutunya. Lalu mereka membeli senjata darinya. Kemudian pada saat yang sama mereka menyatakan perang terhadap warga Hijaz, menangkapi siapa saja yang melakukan amar makruf nahi munkar, serta menyebarkan kerusakan dan keburukan.

“Dalam melakukan semua itu, para penguasa Al-Saud tidak peduli terhadap perasaan umat Islam dan kemarahannya, sebab perhatiannya hanya untuk menyenangkan tuannya, Trump, dan melakukan sekuat tenaga dalam melaksanakan kontraknya yang disebut dengan shafqah al-qarn (kesepakatan abad ini atau kesepakatan akhir). Di antara isinya adalah integrasi entitas Yahudi dalam sebuah koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk melaksanakan agenda Amerika,” tulis situs tersebut.

0 Comments

Leave a Comment

5 × 5 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password