Keadilan di Inggris Hanya untuk Segelintir Orang

The Guardian (26/12) melaporkan bahwa jumlah orang di Inggris yang menerima bantuan hukum telah turun menjadi lebih dari 80% dalam delapan tahun. Para kritikus mengatakan bahwa kondisi ini menyebabkan konflik yang tidak penting, ketegangan dan ketidakadilan.

The Guardian mengungkapkan pula bahwa penurunan bantuan hukum telah membanjiri pengadilan keluarga dengan para penggugat yang tidak terwakili. Hal ini membuat banyak orang enggan melanjutkan persidangan.

The Guardian juga mengungkap, jumlah orang yang menerima bantuan hukum dalam masalah keluarga telah turun hingga 88% dalam tujuh tahun. Termasuk, ratusan ribu orang terhalang dari mencari keadilan di bidang lain, seperti perumahan, utang, tenaga kerja, imigrasi, pembayaran kesejahteraan sosial dan pendidikan.

Menurut hizb-ut-tahrir.info, Ahad (30/12/2018), penderitaan yang begitu menyedihkan bagi orang-orang biasa di Barat, yang bukan kalangan elit istimewa, akan menjadi lebih buruk ketika Kapitalisme sekular terus mewarnai kehidupan sehari-hari.

Akses terhadap keadilan menurut hukum Islam adalah kewajiban pengadilan di Negara Islam. Nabi saw. bersabda: “Seseorang hakim yang memutuskan hukum dengan ketidaktahuannya, ia di neraka.” (HR Ibnu Majah).

Ketika Ali ra. diangkat sebagai hakim di Yaman, Nabi saw. bersabda kepada dia: “Apabila ada dua orang laki-laki yang meminta keputusan kepada kamu maka janganlah engkau memberikan keputusan kepada laki-laki yang pertama sampai engkau mendengarkan pernyataan dari laki-laki yang kedua. Lalu engkau akan tahu bagaimana engkau memberikan keputusan.” (HR Tirmidzi dan Ahmad).

“Semua ini benar-benar bertentangan dengan sistem Kapitalisme yang hanya menjamin hak-hak kaum minoritas kaya saja, dan membuat orang-orang lain bertarung di antara mereka sendiri,” pungkas hizb-ut-tahrir.info.

 

0 Comments

Leave a Comment

five × four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password